sendiri
hujan masih saja
membasuh pelataran
hingga keringnya jiwa kini membasah
terguyur
dr merdunya rayu guntur
terpesona dr cerah cahaya kilatnya
... tp
mengapa netra ini tiada bisa lena
tergambar jelas seraut wajah
didepan mata
memeluk sunyi
terpekur memendam rindu di hati
malampun kian melangkah pelan
teriring nyanyian sendu dr sang hujan
seperti halnya aq yg asyik dlm kesendirian
termangu mengusik arti
kerinduan
pagi tlh terlihat samar di ujung mata
meskipun
tiada tertandai hadirnya kejora
tp aq yakin pagi akan hadir sbentar
lagi
krna ia tak pernah ingkar janji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar